Presentasi Hydrant

download Presentasi Hydrant

of 22

  • date post

    18-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.266
  • download

    6

Embed Size (px)

description

presentasi hydrant

Transcript of Presentasi Hydrant

KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat-Nyalah penulis dapat menyesaikan laporan presentasi tentang JENIS HYDRANT DAN SISTEM INSTALASI HYDRANT , secara semaksimal mungkin dan dalam waktu yang tepat.Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah untuk menambah pengetahuan tentang jenis hydrant,fungsi,serta pemasangan instalasi hydrant.Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah membantu dan mendukung pembuatan laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari kesempurnaan, yang dalam pengerjaannya masih terdapat kekurangan yang tentunya tidak disengaja, maka dari itu saran dan kritik dari pembaca sangat penulis harapkan untuk menuju kesempurnaan laporan ini.

Denpasar, 23 Maret 2014

penulis

LATAR BELAKANG

Di Era globalisasi seperti sekarang,pertumbuhan dan perkembangan manusia sudah semakin membludak. Pertumbuhan ini harusnya diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai. Di kota-kota besar yang memiliki gedung bertingkat serta kepadatan penduduk yang tinggi sangat rentan terjadi permasalahan baik sosial maupun secara fisik contohnya kebakaran. Kebakaran merupakan peristiwa yang tak bisa diprediksi akan tetapi dapat dicegah. Di gedung tinggi ataupun tempat penting terdapat HYDRANT sebagai alat penanggulangan terhadap bencana kebakaran. Hydrant merupakan sebuah terminal air untuk bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant ini juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Hydrant merupakan sebuah fasilitas wajib bagi bangunan-bangunan publik. Sejarah hydrant berawal Selama 1600-an, London, Inggris, mulai memasang sistem air bawah tanah menggunakan berongga-keluar log sebagai pipa. Ketika ada kebakaran, petugas pemadam kebakaran harus menggali jalan dan melahirkan lubang di pipa kayu. Kemudian busi kayu dimasukkan ke dalam pra-lubang dibor pada interval tetap sepanjang pipa log untuk membuatnya lebih mudah bagi fire plug untuk mendapatkan air. Hal ini melahirkan istilah steker api, yang masih kadang-kadang digunakan untuk merujuk kepada sebuah hydrant.

Sebagai kota tumbuh, begitu pula sistem air mereka. sistem yang lebih besar berarti meningkatkan tekanan, dan melemparkan pipa besi diletakkan untuk menggantikan membusuk kayu log. Ketika sistem air yang baru Philadelphia mulai beroperasi pada tahun 1801, tidak hanya melayani 63 rumah dan beberapa pabrik, tetapi juga memiliki 37 hydrant di atas tanah untuk proteksi kebakaran. Yang hydrant pertama di New York City dipasang pada tahun 1817 oleh George Smith, yang seorang pemadam kebakaran. Dia bijaksana terletak di depan rumah sendiri di Frankfort Street.

Menyusul gempa bumi dan kebakaran yang melanda San Francisco pada tahun 1906, kota ini memasang sistem air darurat yang luas yang masih digunakan. Selain lebih dari 7.500 hidran tersambung ke listrik air baku-tekanan, sistem tersebut termasuk waduk dan dua tank yang terletak di perbukitan untuk memasok hampir 1.400 hidran tekanan tinggi di seluruh kota. Ada juga dua garam-stasiun pompa air untuk menimba air dari San Francisco Bay, ditambah lima sambungan tambahan sepanjang pantai untuk memungkinkan fireboats kota untuk memompa ke dalam sistem hydrant. Sebagai garis pertahanan terakhir, kota ini memiliki lebih dari 150 tangki air bawah tanah yang terhubung ke hydrant unpressurized. Pumpers Api dapat menghubungkan selang hisap kaku terhadap hidran dan menarik air keluar dari tangki air dengan menciptakan ruang hampa.

Saat ini, ukuran dan lokasi hydrant kebakaran di suatu daerah tidak hanya mempengaruhi tingkat proteksi kebakaran, tetapi juga tingkat kebakaran asuransi. Di daerah perkotaan banyak plug api rendah adalah semua yang berdiri di antara yang pertama dan kehilangan percikan api multi-juta dolar.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................... 1

LATAR BELAKANG................................................................................2

DAFTAR ISI...............................................................................................4

HYDRANT

PENGERTIAN HYDRANT...........................................................5

HYDRANT SYSTEM.....................................................................7

PENEMPATAN HYDRANT........................................................12

STANDAR RUANG HYDRANT.................................................12

GAMBAR PERLENGKAPAN HYDRANT.................................13

INSTALASI HYDRANTMATERIAL POMPA HYDRANT..............................................15SISTEMATIKA KERJA POMPA HYDRANT............................16 MATERIAL INSTALASI PLUMBING HYDRANT...................17KESIMPULAN..........................................................................................21

DAFTAR PUSTAKA................................................................................22JENIS HYDRAN DAN INSTALASI HYDRANT

Hydrant merupakan sebuah terminal air untuk bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant ini juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Hydrant merupakan sebuah fasilitas wajib bagi bangunan-bangunan publik seperti pasar tradisional maupun modern, pertokoan, bahkan semestinya lingkungan perumahan pun harusnya ada fasilitas hydrant. Pada saat terjadi peristiwa kebakaran Fire Hydrant harus mudah terlihat dan segera dapat dipergunakan. National Fire Protection Association (NFPA) secara specifik menyatakan bahwa Fire Hydrant harus diwarnai dengan chrome yellow atau warna lain yang mudah terlihat termasuk diantaranya white, bright red, chrome silver dan lime-yellow, tetapi sebenarnya aspek terpenting adalah warna tersebut harus konsisten terutama dalam satu wilayah tertentu.

NFPA menyarankan bahwa secara umum ada perbedaan secara fungsi antara Fire Hydrant untuk kebutuhan perkotaaan (municipal system) dan kebutuhan pribadi (private system) termasuk di dalamnya untuk pabrik, sehingga harus ada perbedaan warna dan penandaan lainnya. Secara internasional warna violet (light purple) telah dikembangkan sebagai warna untuk non-potable water.SUPPLYBODY COLOR

Municipal SystemChrome Yellow

Private SystemRed

Non-Potable SystemViolet (Light Purple)

Ciri penandaan lainnya adalah flow indicators, standar NFPA untuk bonnets (topi hydrant) dan caps (sumbat hydrant) harus diwarnai sesuai dengan indikasi kuatnya tekanan aliran hydrant (20 p.s.i.) dan kode standarnya sbb :

Class CLes Than 500 GPMRed

Class B500-999 GPMOrange

Class A1000-1499 GPM (3785 L/m)Green

Berdasarkan klasifikasinya yang mengacu padaNational Fire Protection Asociation (NFPA)14hydrant diklasifikasikan sebagai berikut :

1. Class 1 SystemYaitu Hydrant System dengan menggunakan koneksi selang yang berukuran 2.5in (63.5mm) untuk mensuplai air digunakan oleh orang orang yang memiliki keahlian dalam penanganan kebakaran seperti Pemadam Kebakaran

2. Class 2 SystemYaitu Hydrant System dengan menggunakan koneksi selang yang berukuran 1.5in (38.1mm) untuk mensuplai air digunakan oleh orang orang pemula yang tidak terlatih dari penghuni sebuah gedung sebagai permulaan untuk menunggu Pemadam Kebakaran

3. Class 3 SystemYaitu Hydrant System dengan menggunakan koneksi selang yang berukuran 2.5in dan 1.5in untuk mensuplai air digunakan oleh orang orang pemula yang tidak terlatih dan orang orang yang memiliki keahlian dalam penangan kebakaran seperti Pemadam Kebakaran

HYDRANT SYSTEM

Secara umum sistem hydrant dapat dibagi menjadi tiga bagian :1. Hydrant BoxHydrant Box ini dapat dibagi menjadi dua yaitu berupa Indoor Hydrant (terletak di dalam gedung) atau Outdoor Hydrant (terletak di luar gedung). Untuk pemasangan Hydrant Box di dalam ruangan pada bagian atasnya (menempel pada dinding) harus disertai pemasangan alarm bell. Pada Hydrant Box terdapat gulungan selang atau lebih dikenal dengan istilah Hose Reel. Hidran Box outdoor Hidran Box IndoorUntuk menentukan jumlah dan titik hydrant gedung/box menggunakan acuan SNI (Standar Nasional Indonesia) dan NFPA (National Fire Protection Association) sbb: Lokasi dan jumlah hydrant bangunan (kotak Hydrant/box hydrant) diperlukan untuk menentukan kapasitas pompa yang digunakan untuk menyemprot air. Hydrant ditempatkan pada jarak 35-38 meter satu dengan lainnya, karena panjang satu dengan lainnya. Selang kebakaran dalam kotak hydrant adalah 30 meter, ditambah sekitar 5 meter jarak semprotan air. Pada atap bangunan yang tingginya lebih dari 8 lantai, perlu juga disediakan hydrant untuk mencegah menjalarnya api ke bangunan yang bersebelahan. Hydrant/selang kebakaran harus diletakkan di tempat yang mudah dijangkau dan relatif aman, dan pada umumnya diletakkan di dekat pintu darurat.

2. Hydrant PillarAlat ini memiliki fungsi untuk menyuplai air dari PAM dan GWR gedung disalurkan ke mobil Pemadam Kebakaran agar Pemadam Kebakaran dapat menyiram air mobil ke gedung yang sedang terbakar. Alat ini diletakkan di bagian luar gedung yang jumlahnya serta peletakannya disesuaikan dengan luas gedung. Hydrant halaman atau biasa disebut dengan hydrant pilar, adalah suatu sistem pencegah kebakaran yang membutuhkan pasokan air dan dipasang di luar bangunan. Hydrant ini biasanya digunakan oleh mobil PMK untuk mengambil air jika kekurangan dalam tangki mobil. Jadi hydrant pilar ini diletakkan di sepanjang jalan akses mobil PMK.Untuk menentukan kebutuhan pasokan air kebakaran menggunakan perhitungan SNI 03-1735-2000 sbb: Pasokan air untuk hydrant halaman harus sekurang-kurangnya 2400 liter/menit, serta mampu mengalirkan air minimal selama 45 menit. Jumlah pasokan air untuk hydrant