Presentasi Kasus Herpes FIX

download Presentasi Kasus Herpes FIX

of 40

  • date post

    16-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    29
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Presentasi Kasus Herpes FIX

  • PUSKESMAS KELURAHAN MALAKA JAYA JAKARTA TIMURPrita Adilia, Titus RheinhardoPriskila Marlen Yoltuwu

  • Nama: Ny. TUsia: 71 tahunJenis Kelamin: Perempuan Anak ke: 2 dari 5 bersaudaraAlamat: Jln. Malaka Jaya VII blok H/13Agama: KristenTelah diobati sebelumnya: TidakAlergi obat: Tidak ada

  • Keluhan Utama: Nyeri pada kulit dari punggung tengah bagian kanan meluas hingga ke lipatan bawah payudara kanan

    Keluhan lain: demam, lemas, tidak nafsu makan

  • Pasien datang ke puskesmas malaka jaya diantar oleh anaknya dengan keluhan nyeri pada kulit dari punggung tengah bagian kanan meluas hingga ke lipatan bawah payudara kanan sejak 3 hari yang lalu. Keluhan yang dialami muncul tiba-tiba, terus menerus semakin lama semakin luas. Awalnya pasien mengeluh demam tidak terlalu tinggi yang disertai lemas dan pegal-pegal pada badannya. Lalu, timbul kemerahan pada punggung tengah bagian kanan kemudian tiba-tiba muncul bintik-bintik melenting merah bergerombol yang kemudian tampak berisi cairan bening, sangat nyeri. 3 hari kemudian bintik melenting tersebut pecah dan mengering sendiri. Pasien belum mencoba mengobati keluhannya. Selain keluhan diatas pasien mengeluh sedikit demam dan lemas pada tubuhnya serta tidak nafsu makan. Riwayat alergi disangkal. Gatal disangkal.

  • Pasien pernah mengalami cacar air sebelumnya namun pasien lupa saat umur berapa, dan telah dinyatakan sembuh oleh dokter. Di keluarga pasien dan dilingkungan tempat tinggal pasien tidak ada yang mengalami hal serupa dengan pasien. Pasien mengaku sedang stres, karena kurang diperhatikan anaknya yang sibuk bekerja. Karena hal ini, pasien menjadi kurang tidur dan tidak nafsu makan. Pasien kesulitan untuk merawat dirinya sendiri, dan dalam 1 hari hanya 1 kali mandi. Pasien juga jarang berolah-raga. Riwayat sakit gula dan darah tinggi disangkal. Pasien sudah tidak bekerja, tinggal dirumah anaknya dan kebutuhan sehari-hari pasien dipenuhi oleh anaknya.

  • Pasien pernah menderita cacar air saat kecil, namun ia tidak ingat saat usia berapa. Sudah dinyatakan sembuh oleh dokter.

  • Pasien tinggal dengan anaknya, dikeluarga pasien tidak ada yang mengalami hal serupa dengan pasien

  • Pasien kesulitan untuk merawat dirinya sendiri, dan dalam 1 hari hanya 1 kali mandi. Pasien juga jarang berolah-raga

  • Pasien mengaku sedang stres, karena kurang diperhatikan anaknya yang sibuk bekerja. Karena hal ini, pasien menjadi kurang tidur dan tidak nafsu makan.

  • Pasien sudah tidak bekerja, tinggal dirumah anaknya, kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh anaknya.

  • Keadaan Umum + Tanda-tanda vital + Status giziKU : Tampak sakit ringanKesadaran : Compos MentisTekanan darah : 130/80 mmhg Nadi : 80 x/menit Suhu : 37,9 C RR : 20 x/menitTinggi Badan : 165 cmBerat badan : 57 kg

  • Status GeneralisKepala: Normocephali, rambut hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabutMata: Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, refleks cahaya langsung +/+, refleks cahaya tidak langsung +/+, ukuran pupil 3 mm/3 mm,isokor.Telinga: Liang telinga lapang/ lapang, tidak ada serumen, sekret -/-Hidung: Tidak ada deformitas, liang hidung lapang/ lapang, sekret -/-Tenggorokan: Uvula ditengah, arkus faring simetris, arkus faring tidak hiperemis, tonsil tidak hiperemis, T1-T1.

  • Gigi dan mulut: Oral higienis kesan cukupKGB: Tidak membesar.ParuInspeksi : Gerakan dinding dada simetrisPalpasi: Vokal fremitus teraba simetrisPerkusi: Paru kiri dan kanan sonorAuskultasi : Vesikuler kanan dan kiri, Rh -/-, Wh -/-JantungInspeksi: Iktus kordis tidak terlihatPalpasi: Iktus kordis teraba di ICS V kiriPerkusi: Batas Paru hati: ICS 6 garis mid klavikula dextraBatas Paru Lambung: ICS 5 garis axilaris anterior sinistraBatas Jantung kanan: ICS 5 garis mid klavikula dextraBatas Jantung kiri: ICS 6 garisaxilaris anterior sinistraKesan :Tidak ada pembesaran jantungAuskultasi: Normal, gallop (-), murmur (-)

  • AbdomenInspeksi: Inspeksi rata, caput medusa tidak adaAuskultasi: Bising usus (+), normal 7x/menitPalpasi: Hepar dan limpa tidak teraba membesar, nyeri tekan (-), defence muscular (-)Perkusi: Timpani diseluruh lapang abdomen

    EkstremitasAtas: Akral hangat, cappilary refill < 2 detik, edema (-)Bawah: Akral hangat, cappilary refill < 2 detik, edema (-)

  • Regio torakalis 6-7 dextra Inspeksijenis: vesikel, pustule, krustalokasi: punggung tengah bagian kanan meluas ke lipatan payudara kananpenyebaran: radikulersusunan: herpetiformbentuk: bulatukuran: milier & lentikularbatas: tegastepi: teratur; aktif; tidak menonjolbagian tengah: menonjol, tidak central healingpermukaan: datarPalpasiKelembaban: lembabSuhu: hangatTekstur: kasarTurgor: normalPermukaan: datar

  • ASPEK PERSONALKeluhan utama : Nyeri pada kulit dari punggung tengah bagian kanan meluas hingga ke lipatan bawah payudara kanan Kekhawatiran : Pasien dan anak pasien khawatir keluhan pasien akan semakin beratHarapan : Pasien berharap segera sembuhASPEK KLINISDiagnosa kerja : Herpes ZosterASPEK RESIKO INTERNALNafsu makan pasien berkurang sehingga menyebabkan kurangnya daya tahan tubuhTidak adanya pengetahuan mengenai herpes zoosterASPEK PSIKOSOSIAL KELUARGA DAN LINGKUNGANPasien tinggal di rumah anaknya bersama menantu dan cucu-cucunyaDi keluarga yang tinggal serumah dengan pasien tidak ada yang mengalami keluhan yang samaDERAJAT FUNGSIONALDerajat satu

  • -

  • Non-medikamentosaMedikamentosa

  • Intervensi:Istirahat cukupMakan 3x sehariEdukasi pada anak pasien untuk lebih memperhatikan dan mengawasi pengobatan pasienMenjaga kebersihan tubuh

  • Paracetamol 3 x 500 mgAcyclovir 5 x 800 mg (selama 1 minggu)Acyclovir salep 2 x sehari sehabis mandi Amoxycillin 3 x 500 mg selama 5 hariVitamin B Com 3 x 1 tab

  • NoKegiatanRencana intervensiSasaranWaktuHasil yang diharapkan1Aspek personalEvaluasi:Keluhan, kekhawatiran dan harapan pasien

    Intervensi:Edukasi bahwa penyakit disebabkan oleh pola hidup pasien terkait higiene dan sanitasi lingkungannyaPasien dan keluarga60 menit-Keluhan dan kekhawatiran pasien dapat berkurang

    -Pasien dan keluarga mengerti tentang penykit dan faktor risikonya

    -Pasien kembali mengontrol penyakit herpes zosternya

  • NoKegiatanRencana intervensiSasaranWaktuHasil yang diharapkan2Aspek klinisHerpes ZosterEvaluasi:-Menyarankan kepada pasien untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan-Memiliki pikiran yang tenang serta beristirahat dengan cukup-Menyarankan pasien untuk mengkonsumsi obat secara teratur dan rutin mengontrol perkembangannya

    Terapi:Acyclovir 5x800mgAmoxicillin 3x500mgVit Bcom 3x1Acyclovir zalfPasien45 menit-Keluhan berkurang-Pasien teratur meminum obat dan mengontrol penyakitnya ke puskesmas kembali

  • NoKegiatanRencana intervensiSasaranWaktuHasil yang diharapkan3Aspek Risiko Internal

    -Kebiasaan pasien tidak rutin minum obat

    -Kurangnya pengetahuan mengenai herpes zoster

    -Kebiasaan pasien yang hanya mandi 1x sehari

    -Istirahat pasien yang kurang-Menerangkan bahwa pasien harus rutin meminum obatnya

    -Menjelaskan kepada pasien bahwa salah satu faktor penyebab terjadinya herpes zoster adalah kebersihan diri yang kurang

    -Menjelaskan kepada pasien bahwa daya tahan tubuh sangat berpengaruh untuk terjadinya herpes zoster sehingga mengedukasi pasien agar istirahat dan makan yang baikPasien45 menit-Pasien dapat minum obat dengan teratur, memiliki pengetahuan yang cukup mengenai herpes zoster

    -Pasien dapat mengubah kebiasaan mandinya menjadi 2 kali sehari, istirahat yang cukup

  • NoKegiatanRencana intervensiSasaranWaktuHasil yang diharapkan4Aspek psikososial

    -Pasien stress arena kurang mendapatkan perhatian dari keluarganya-Menjelaskan kepada keluarga pasien agar lebih peduli kepada pasien sehingga pasien tidak menjadi stress dan tidak mudah terserang penyakitPasien dan keluarga30 menit-Keluarga pasien lebih perhatian terhadap

  • TanggalIntervensi yang dilakukan, diagnosis holistik dan rencana selanjutnyaPertemuan ke 1(7 Oktober 2013)Saat kedatangan yang pertama dilakukan beberapa hal yaitu:Memperkenalkan diri dan menjalin hubungan yang baik dengan pasienMenjelaskan tujuan tindakan yang akan dilakukan dan mempersiapka alat yang akan dipergunakanMemastikan pasien telah mengerti tujuan prosedur pemeriksaanMeminta persetujuan pemeriksaan kepada pihak pasienMelakukan anamnesis mulai dari identitas sampai riwayat psikososial ekonomi dan melakukan pemeriksaan fisik lengkapMembuat diagnostik holistik pada pasienMenyusun penatalaksanaan terutama terhadap pasien lalu keluargaMengevaluasi pemberia penatalaksanaan farmakologisPertemuan ke 2(10 Oktober 2013)Intervensi yang akan diberikan:Melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi penyakit pasienMengingatkan untuk melanjutkan terapi yang sudah diberikanMemberikan pengetahuan tentang komplikasi herpes zosterMemotivasi pasien untuk menghindari faktor-faktor risiko herpes zosterMeminta pasien untuk mengurangi stress pikiranMengedukasi keluarga pasien agar lebih perhatian terhadap pasien

  • Pasien mau mengikuti anjuran dokter untuk beristirahatPasien sudah mau mengkonsumsi obat-obatan secara teraturPasien sudah mau mencoba untuk tidak terlalu stressPasien dan keluarga dapat menyelesaikan masalah kesehatan pasien secara bersama-sama

  • Pasien masih sering lupa meminum obat

  • Memonitor pola hidup pasien dan konsumsi gizinyaMemberi semangat pasien untuk minum obat dengan teraturMenjelaskan kepada keluarga pasien agar lebih memperhatikan pasien agar pasien tidak stress kembali

  • Ruang tamuDapur Kamar tidurKamar mandi

  • Radang kulit akut, mempunyai sifat khas yaitu vesikel-vesikel