Presentasi Kasus.pptx

download Presentasi Kasus.pptx

of 35

  • date post

    09-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    7
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Presentasi Kasus.pptx

Presentasi Kasus EFUSI PLEURA

Oleh:Raihanun Nisa Dinur0807101050045

Pembimbing: Dr. dr. Mulyadi, Sp.P (K)

Presentasi Kasus

EFUSI PLEURA

PendahuluanPleura adalah membran tipis yang terdiri dari 2 lapisan yaitu pleura viseralis dan pleura parietalis. Gangguan pada produksi dan penyerapan dari cairan pleura akan menimbulkan penumpukan yang disebut efusi pleura.

Di negara-negara industri, diperkirakan terdapat 320 kasus efusi pleura per 100.000 orang.

Menurut Depkes RI pada tahun 2006, kasus efusi pleura mencapai 2,7% dari penyakit infeksi saluran nafas. Tingginya angka kejadian efusi pleura disebabkan keterlambatan penderita untuk memeriksakan kesehatan

Di Indonesia, tuberculosis paru adalah penyebab utama efusi pleura, disusul dengan keganasan. DefinisiEfusi pleura merupakan suatu kondisi dimana adanya akumulasi cairan pleura yang berlebihan didalam rongga pleura yang disebabkan karena ketidakseimbangan antara pembentukan dan pengeluaran cairan pleuraEtiologiDi Amerika Serikat, dilaporkan 1,3 juta orang setiap tahunnya menderita efusi pleura terutama disebabkan oleh gagal jantung kongestif dan pneumonia bakteri

Efusi pleura di Indonesia, diakibatkan oleh infeksi tuberculosis disusul dengan keganasan. Umur terbanyak untuk efusi pleura karena tuberculosis adalah 21-30 tahun(rerata 30,26%)Patofisiologi Secara umum terjadinya penumpukan cairan pleura dalam rongga pleura dapat disebabkan hal sebagai berikut: Meningkatnya tekanan hidrostatik dalam sirkulasi mikrovaskuler.Menurunnya tekanan onkotik dalam sirkulasi mikrovaskuler.Bertambahnya permeabilitas dinding pembuluh darah pleura.Terganggunya penyerapan kembali cairan pleura ke pembuluh getah bening.Perembesan cairan dari rongga peritoneum ke dalam rongga pleura.

Patofisiologi

KlasifikasiTransudat dapat disebabkan oleh gagal jantung kongestif,sindroma nefrotik, asites, dan tumor. Eksudat dapat terjadi pada infeksi, tumor, infark paru dan radiasi.

Hemoragis dapat terjadi pada tumor dan trauma.

Jenis PemeriksaanTransudatEksudatRivalta-/+-Berat Jenis1,016Protein3gr/100ccRatio protein pleura dan protein serum0,5LDH200IULeukosit1000/mm3DiagnosisGejala klinis:

Nyeri pleuritik pada akhir ekspirasi dan bertambah berat dengan pernapasan yang dalamBatuk nonproduktifDemamSesak napas ringan

Pemeriksaan fisik:nyeri ketuk pada perkusiSuara napas menurunDan terdengar bising gesek pleuraFoto ToraksPleural UltrasoundThorakosintesis :- analisa cairan pleura - BTA cairan pleura- Sitologi - Bakteriologi

Pemeriksaan PenunjangPenatalaksanaanTatalaksana pada efusi pleura terfokus pada penyakit dasar dan pengosongan cairan. Pengosongan cairan dapat dilakukan menggunakan pipa intubasi melaui sela iga (torakosintesis). Indikasinya adalah untuk mengurangi sesak pada pasienPrognosisPrognosa pasien dengan efusi pleura sangat tergantung dari usia, kondisi kesehatan umum pasien, dan penyakit dasar pasien.

LAPORAN KASUSIDENTITAS PASIENNama: Tn. ZAJenis kelamin: Laki-lakiUmur : 30 tahun Status : Belum menikahSuku: AcehAgama: IslamAlamat: Lr. Bak Panah Lambaro Skep Kuta AlamPekerjaan : Swasta Tanggal Masuk: 26 November 2013Tanggal Pemeriksaan: 04 Desember 2013

ANAMNESISKeluhan Utama :Sesak Napas

Keluhan Tambahan : Batuk kering, muntah

Riwayat Penyakit sekarang : Pasien datang ke IGD dengan keluhan sesak napas, sesak dirasakan sudah sejak 2 bulan SMRS namun memberat dalam 2 minggu ini. Pasien mengaku sesak .memberat ketika ia beraktivitas dan tidak dipengaruhi oleh cuaca namun sesak memberat pada malam hari. Riwayat penggunanan obat inhaler di sangkal.

PEMERIKSAAN FISIKKeadaan Umum:LemahKesadaran:Compos MentisTekanan Darah:120/80 mmHgNadi:82 x/menitPernafasan:21 x/menitSuhu:36,7 oC di axillaBerat Badan:50 KgKULITWarna: sawo matangTurgor: cepat kembaliParut cacar: negatifSianosis: negatifIkterus: negatifOedema: negatifKepalaRambut: Hitam, sukar dicabutWajah: Simetris,Oedema (-), deformitas (-)Mata: Conjungtiva pucat (-/-), Ikterik (-/-), reflek cahaya langsung (+/+), reflek cahaya tidak langsung (+/+) pupil isokhor (3mm/3mm)Telinga: serumen (-/-)Hidung: sekret (-/-), napas cuping hidung (-)Mulut- Bibir: Bibir pucat (-), Mukosa basah (+), sianosis (-)- Lidah: Tremor (-), beslag (-), hiperemis ( - ).- Tonsil: Hiperemis (-/-) T1 T1,LeherInspeksi: simetris, retraksi (-), pemb kelenjar tiroid (-)Palpasi : TVJ R-2 cmH2O, pembesaran KGB (-)

Thorax Anterior InspeksiSimetris, pernafasan abdominothoracal, retraksi intercostal (-) Palpasi

Stem FremitusParu KananParu KiriLap. Paru AtasNNLap. Paru TengahNLap. Paru BawahN PerkusiParu KananParu KiriLap. Paru AtasSonorSonor Lap. Paru TengahSonorRedup Lap. Paru BawahSonor Redup Auskultasi

Paru KananParu KiriLap. Paru AtasVes (+), Rh (-), Wh (-)Ves (+), Rh (-), Wh (-)Lap. Paru TengahVes (+), Rh (-), Wh (-)Ves (+), Rh (-), Wh (-)Lep. Paru BawahVes (), Rh (-), Wh (-)Ves (+), Rh (+), Wh (-)Thorax Posterior InspeksiSimetris, retraksi intercostal (-) Palpasi

Stem FremitusParu KananParu KiriLap. Paru AtasNNLap. Paru TengahNLap. Paru BawahN PerkusiParu KananParu KiriLap. Paru AtasSonorSonor Lap. Paru TengahSonorRedupLap. Paru BawahSonor Redup Auskultasi

Paru KananParu KiriLap. Paru AtasVes (+), Rh (-), Wh (-)Ves (+), Rh (-), Wh (-)Lap. Paru TengahVes (+), Rh (-), Wh (-)Ves (+), Rh (-), Wh (-)Lep. Paru BawahVes (+), Rh (-), Wh (-)Ves (), Rh (+), Wh (-)JantungInspeksi: Ictus Cordis tidak terlihatPalpasi: Ictus Cordis teraba, thrill (-)Perkusi: Batas-batas jantung Atas: Sela iga II linea midclavicula sinistra Kiri: dua jari medial linea mid-clavicula Kanan : linea parasternal kananAuskultasi: BJ I > BJ II , reguler (+)

AbdomenInspeksi: Simetris, distensi ( -), vena kolateral ( - ) Palpasi: Nyeri Tekan ( - ), defans muscular ( - ) Hepar: tidak terabaLien: tidak terabaGinjal: Ballotement tidak terabaPerkusi: Timpani, shifting dullness (-), Undulasi (-)Auskultasi : Peristaltik (+) NSambunganEkstremitas : Superior Inferior Kanan Kiri Kanan KiriSianosis - - - - Oedema - - - -

PEMERIKSAAN PENUNJANGFoto Thorax PA dan lateral ( November 2013)KV: CukupSoft Tissue: Tidak Ada Massa, Kesan NormalTulang-Tulang: Intak, Tidak Ada Yang FrakturKlavikula: Letak SimetrisSela Iga : ICS tidak melebarTrakea: Letak MedialJantung : Tidak membesar Diafragma: Dalam Batas NormalSinus Kostofrenikus : Kanan : tertutup perselubungan, Kiri : tajamHilus Paru: Dalam Batas Normal (paru kanan)Paru:Perselubungan opaque yang difus pada paru kiri.Kesan :Efusi Pleura dextra.

Analisa Cairan Pleura

- Warna: kuning- Kejernihan: Keruh- Bekuan: Negatif- Protein: 2,7- Glukosa: 95 mg/dl- Hitung sel: 2.500-PMN: 10%- MN: 95%DIAGNOSIS BANDINGEfusi Pleura e.c dd1. TB paru2. Keganasan

DIAGNOSA SEMENTARAEfusi pleura e.c TB paru/ Keganasan

TATALAKSANABed restIVFD RL 20 gtt/menitTorakosintesis (WSD)Rimstar tab 3 x 1Pronalges Supp / 8 jamCodein tab 3 x 1Ciprofloxacin 2x 500mg

Metil prednisolon 4 mg3x2 (5 hari pertama) mulai tanggal 3 desember 2013 3x1 (5 hari kedua)2x1 (5 hari ketiga)1x1 (5 hari keempat)Ranitidin tab 2 x 1Vit B6 tab 1x1PROGNOSISQuo ad vitam: dubia ad bonamQuo ad functionam : dubia ad bonamQuo Sanactionam: dubia ad bonam

TERIMAKASIH